Prospek Peternakan di Pulai Nusa
Tenggara Barat
Oleh
: Hafidz Ilman A.*
Nusa Tenggara Barat, pulau yang
menyimpan sejuta keindahan dan sumberdaya alam menjadi bagian dari kekayaan
Indonesia. Dengan luas total mencapai 20. 153 km2, pulau ini
memiliki keberagaman suku dan budaya yang terdiri dari Suku Sasak, Suku Bima,
Suku Sumbawa, Suku Bali, dan Suku Indo-Arya. Hamparan tanah yang luas
menjadikan pulau ini berpotensi dibidang pertanian khususnya bidang peternakan.
Dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Bali dan
Nusa Tenggara termasuk dalam wilayah yang konsen dalam meningkatkan pertumbuhan
ekonomi nasional. Fokus pertumbuhan ekonomi diwilayah ini adalah “Pintu Gerbang
dan Pendukung Pangan Nasional”. Dukungan
pangan nasional dalam hal ini dapat dikatakan pendukung pangan hewani asal
ternak.
Sensus ternak pada 2011 lalu,
populasi sapi nasional mencapai 14,8 juta ekor dan 14,18 % diantaranya berasal
dari Bali dan Nusra dengan jumlah populasi 2,1 juta ekor. Tingkat pertumbuhan
rata-rata populasi sapi pun tergolong cukup baik yaitu 5,32 % setiap tahunnya.
Dengan tingkat pertubuhan sapi yang baik setiap tahunnya, populasi sapi akan
terus meningkat dan akan menjadikan pulau Bali dan Nusa Tenggara menjadi pulau
sapi.
Mayoritas sapi yang berada di Bali
dan Nusa Tenggara adalah sapi bali, termasuk di NTB. Sapi bali sudah adaptif
sejak dahulu dengan kondisi lingkungan yang gersang dan panas serta tahan
terhadap ketersediaan pakan yang minim. Sapi Bali di NTB memiliki keunggulan
komparatif dan kompetitif dibanding dengan sapi Bali asal provinsi lain. Di NTB
masih terhampar luas lahan-lahan kosong, dan masyarakat sekitar menggunakan
lahan tersebut sebagai ladang penggembalaan secara tradisional atau dengan
metode pemeliharaan secara ekstensif, khususnya di daerah Sumbaawa yang masih
terhampar luas lahan yang kosong. Berbeda dengan daerah Lombok yang mayoritas
penduduk beternak secara intensif dan semi ekstensif.
Dukungan Pemerintah
Melihat daerah NTB sangat potensial
dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional, Pemerintah Provinsi NTB
membuat program untuk mendukung program pemerintah pusan mengenai swasembada
daging pada tahun 2014. Program tersebut dinamakan program “Bumi Sejuta Sapi”.
Program tersebut dicanangkan pada tahu 2011 dan terus dilakukan sampai saat
ini. Manajemen pemeliharaan sapi oleh masyarakat sekitar masih dilakukan secara
tradisional, tanpa memperhatikan keturunan dan juga persilangan. Hal tersebut
yang menjadi salah satu tujuan dalam program “Bumi Sejuta Sapi”, yaitu untuk
memperbaiki sistem pemeliharaan dengan menerapkan metode pencatatan atau recording agar sapi-sapi yang ada di NTB
jelas asal usulnya dan menigkatkan produktifitas induk dan bibit. Dengan
dilakukan recording, dapat mencegah
terjadinya kawin sedarah (inbreeding)
yang dapat menyebabkan penurunan kualitas sapi. Bantuan yang diberikan dalam
mendukung program ini adalah pemberian bibit
kepada para peternak yang baru ingin menjalankan usaha sebagai peternak.
Peningkatan perekonomian daerah
menjadi hal yang serius dilakukan oleh pemerintah provinsi NTB dengan
mengeluarkan SK mengenai pengaturan harga sapi Bali yang dijual luar pulau NTB
dan juga memberikan intensif harga untuk menggairahkan peternak dalam
memproduksi bibit unggul. Dukungan serupa dikeluarkan oleh Bupati Mataram
dengan mengeluarkan peraturan mengenai standarisasi perkandangan dan kesehatan
indukan dan juga bibit sapi Bali. Dengan dukungan tersebut, NTB menjadi
“suplier tunggal” sapi Bali dengan jumlah yang cukup banyak ke seluruh wilayah
di Indonesia.
Membangun Investasi
Titik fokus objek pariwisata dalam
Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia, dituju pada Bali dan
Nusra. Pulau Bali sudah sangat terkenal di dunia Internasional karena memiliki
keindahan alam yang luar biasa yang mampu menyedot langsung para turis
mancanegara untuk datang ke Bali. Terdapat puluhan atau mungkin ratusan
investor yang berada di Bali untuk berbisni. Berbeda halnya dengan NTB yang
masih dalam proses berkembang dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
Jumlah investor di NTB masih tergolong minim, termasuk investor dalam bidang
peternakan.
Potensi bisnis di bidang peternakn
sangat menjanjikan, pasalnya di NTB telah melakukan ekspor ternak hidup ke
berbagai daerah di Indonesia setiap
tahunnya. Potensi yang menguntungkan bisa dilihat dari aspek hulu peternakan,
yaitu mengenai pembibitan ternak yang memang pemerintah belum memiliki
pembibitan. Proses pembibitan dengan menerapkan metode recording oleh swasta akan semakin bertambah populasi sapi Bali
dengan mutu bibit yang lebih baik. Selain itu aspek yang menguntungkan pada
peternakan adalah aspek hilir. Di NTB, khususnya di Lombok masih minimnya RPH
(Rumah Potong Hewan), padahal harga jual sapi hidup dan daging sapi memiliki
perbandingan harga yang signifikan. Kegiatan ekspor ternak non-bibit yang di NTB bisa diubang menjadi daging segar yang siap
dikirm keberbagai daerah di Indonesia. Hal ini tentu lebih memudahkan dalam hal
transportasi dan dapat mengurangi kuota daging impor setiap tahunnya.
Perkembangan Ekonomi Rakyat
Mayoritas penduduk NTB bekerja di
perkebunan dan juga di peternakan. Program pemerintah pusat dan daerah untuk
mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian nasional akan berdampak pada
perekonomian rakyat. Menjawab dalam hal dukungan pangan nasional, NTB melalui
program “Bumi Sejuta Sapi” ini memiliki tujuan utama yaitu terciptanya
masyarakat yang mandiri dengan pengembangan peternakan sapi Bali. Dalam sebuah
keluarga yang memiliki 2 orang anak, dapat menjalani kehidupan dengan beternak
5-10 ekor sapi dengan manajemen yang baik. Sapi yang dimiliki terdiri dari
indukan, pejantan, dan pedet. Dengan bantuan dari tenaga penyuluh yang
disediakan pemerintah, tentu perputaran ekonomi keluarga tersebut akan berjalan
dengan baik.
Keberadaan investor di NTB ini akan
membantu perekonomian rmasyarakat sekitar. Dengan membentuk industri atau
perusahaan, tentunya akan membutuhkan tenaga pekerja yang berasal dari
masyarakat NTB. Sebagai contoh investasi dibidang pembibitan. Tenaga pekerja
yang dibutuhkan adalah petugas kandang, petugas kebersihan lingkungan, dan tugas
pencari pakan. Semua itu memiliki kuota yang berbeda-beda. Sejauh ini, dengan
hal demikian lah para masyarakat bisa memperoleh nilai ekonomi tambahan untuk
kesejahteraan masyarakat NTB.
Wisata Kekayaan Alam
Kekayaan alam
pulau NTB saat ini mulai berkembang dengan pesat, mulai dari manajemen
pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam), hingga promosi ke mancanegara. Beberapa
tempat yang menjadi andalan NTB khususunya Lombok yang menjadi tempat kunjungan
para wisatawan adalah pantai Senggigi, Tanjung Aan, dan pantai di Gili
Trawangan. Beberapa objek wisata tersebut telah menarik banyak wisatawan
domestik maupun mancanegara. Potensi objek wisata di NTB sudah berkembang pesat
dan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu dan kepedulian masyarakat
serta pemerintah terhadap keberadaan objek wisata di pulau NTB.
Sejalan dengan program pemerintah
NTB mengenai “Bumi Sejuta Sapi”, program tersebut memiliki potensi yang baik
sebagai objek wisata yang berbasis edukasi. Kondisi peternakan rakyat bisa
dijadikan objek wisata kepada para wisatawan yang berkunjung ke Lombok, NTB.
Selain keindahan alam berupa pantai, NTB memiliki keindahan alam lainnya berupa
pelestarian ternak lokal Indonesia. Wisatawan yang berkunjung diberi penjelasan
mengenai potensi wilayah NTB dibidang peternakan dan pertanian. Hal tersebut
akan berdampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar
khususnya para peternak, dan sekaligus dapat menjadi ajang promosi nasional
kepada para wisatawan asing mengenai potensi dan keunggulan ternak lokal
Indonesia, dalam hal ini adalah sapi Bali. Dalam menjalankan program edukasi
alam tersebut, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah pusat dan
daerah gencar mengadakan promosi skala nasional maupun internasional untuk
mengunjungi NTB yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang beragam. Pihak
akademisi berperan dalam mendampingi masyarakat dan memberi pemahaman mengenai
ternak secara keseluruhan.
*Mahasiswa Fakultas Peternakan Institut
Pertanian Bogor
Email : hafidzilman@hotmail.co.id